Butir Pemikiran Demokrasi, Religi & Otoritas
Januari 11, 2022
Muhadam Labolo

Metrik

  • Eye Icon 17 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 17 kali dilihat  //  0 kali diunduh
Abstrak

Demokrasi bukan sistem nilai murahan. Dia membutuhkan kesadaran kolektif pada variabel tertentu. Sekurang-kurangnya kecerdasan sosial dan kemakmuran yang adil. Tanpa itu demokrasi hanya menjejalkan prosedur ketimbang substansinya yang agung, kesejahteraan bersama. Kesejahteraan kini tak melulu dikejar pada soal kesenangan duniawiah. Pada batas tertentu rakyat mulai menuntut ke puncak spiritualitas-religi. Entah karena bosan menunggu hasil demokrasi atau berada dalam transisi anomali menuju revolusi manusia ke puncak tertinggi.
Religi berkembang di tengah negara yang memfasilitasi bertumbuhnya nilai universalitas. Dalam keterhimpitan itu tak jarang penganut religi mempertemukan tafsir dengan hukum positif. Negara seakan beradu mulut dengan religi. Padahal negara dibangun di atas spirit religi. Sementara religi menemukan ekspresi justru ketika negara merelaksasi diri dari otoriter ke demokrasi. Ketegangan ini seringkali melahirkan otoritas di luar nalar hidup berbangsa dan bernegara.
Otoritas hendaknya disadari dan digunakan seperlunya. Kemiskinan otoritas membiarkan anarchisme tumbuh dimana-mana. Melebihkan otoritas mencipta kesombongan akibat abuse of power. Hasilnya kerusakan fungsional maupun struktural akibat kegagalan memahami otoritas dan cara menggunakannya.

Teks lengkap
Show more arrow
 
Lainnya dari repositori ini
Buku Ajar Sindrom Koroner Akut Pandangan Masyarakat Umum
Bunga Rampai Kajian Filsafat Islam
Pemrograman Web HTML dan CSS
šŸ§  Jelajahi semua dari repositori ini

Metrik

  • Eye Icon 17 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 17 kali dilihat  //  0 kali diunduh