Teori Kajian Memori Sastra (Konsep dan Praktik Memori Sastra Sampai Postmemori Sastra)
April 19, 2022
Suwardi Endraswara, Herman Didipu, Narudin Narudin, Bani Sudardi, Nurul Ludfia Rochmah + 5 penulis lainnya

Metrik

  • Eye Icon 45 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 45 kali dilihat  //  0 kali diunduh
Abstrak

Buku ini mengungkap beragam memori sastra. Memori yang berkaitan dengan sejarah kolonial, seringkali sulit dilupakan dalam teks sastra. Sejarah kelas, seringkali mewarnai memori teks sastra. Memori itu seperti panggung pertunjukan. Memori sastra yang tersaji dalam buku ini, meliputi beragam perspektif pemahaman. Beberapa penulis ada yang memanfaatkan perspektif (1) Memori religi sastra, (2) Memori historis sastra, (3) Memori semiotika sastra, (4) Memori medisin sastra, dan sebagainya. Bahkan kadang-kadang penulis buku ini juga mengungkapkan superior memori sastra. Superior memori sastra, adalah ingatan yang luar biasa.
Memori sastra yang tidak biasa, biasanya merupakan peristiwa yang menakutkan, tiba-tiba, sulit dijangkau nalar. Memori superior sastra lebih bersifat tragis. Misalkan memori sastra tentang pembantaian. Memori sastra tentang pembunuhan, kehancuran, tsunami, pageblug, dan sebagainya. Memori superior sastra itu sebuah ingatan yang mencekam. Sungguh beragam memori sastra yang ada dalam buku ini. Pantas dibaca dan dicatat, bagi yang tertarik meneliti memori sastra. Memori sastra adalah sebuah perspektif terbaru dalam pemahaman teks-teks sastra.
Buku ini juga membahas teori memori sastra, disertai aplikasi pada teks-teks yang menimbun memori. Perspektif memori sastra, merupakan pengembangan kajian psikologi sastra tingkat lanjut. Oleh karena itu, pengembangan ilmu sastra ini sudah sepantasnya dilakukan terus-menerus, dikaji, diseminarkan, agar memperoleh ruang makna yang seluas-luasnya. Asumsinya, sastra itu sebuah timbunan memori. Teks sastra bisa mengungkap beragam memori, antara lain: (1) memori sastra dapat mengingat, membahas, dan menceritakan kembali banyak peristiwa dari kehidupan mereka sendiri, terutama sejak awal kehidupan yang mengasyikkan, (2) memori sastra dapat menceritakan dongeng, puisi, lelucon, dll secara akurat dan jelas, (3) memori sastra bisa mengungkap individu, terutama wajah, nama, dan informasi biografi penting, dan (4) memori sastra dapat mengingat banyak fakta estetis. Singkat kata, dengan membaca buku ini, memori kesadaran diri akan tergugah, bahwa ada pperspektif terbaru yang lahir di tengah hausnya orang meneguk pengembangan penelitian ingatan dalam sastra.

Teks lengkap
Show more arrow
 

Metrik

  • Eye Icon 45 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 45 kali dilihat  //  0 kali diunduh