Ekonomi Perbatasan Berbasis Local Genius
September 30, 2023
Budi Iswanto

Metrik

  • Eye Icon 5 views
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 5 views  //  0 kali diunduh
Ekonomi Perbatasan Berbasis Local Genius Image
Abstrak

Pembangunan wilayah perbatasan senantiasa menarik perhatian dari berbagai kalangan baik dari pihak pemerintah selaku pengambil kebijakan, pemerhati pendidikan, eilit politik maupun dari kalangan ekonom dan lain sebagainya. Isu tentang dinamika masyarakat lokal perbatasan di Indonesia adalah tema yang selayaknya mendapat perhatian lebih serius dari berbagai pihak di Indonesia, baik oleh masyarakat di wilayah perbatasan itu sendiri, pemerintah daerah perbatasan dan pemerintah pusat serta masyarakat Indonesia secara umum sebagai bagian dari masyarakat internasional. Layaknya sebuah wilayah perbatasan merupakan garda terdepan sebagai wujud nyata cerminan dari sebuah daerah maupun negara. Dalam perspektif geopolitik semangat nasionalisme masyarakat di wilayah tersebut sangat dipertaruhkan, terutama dalam melakukan transaksi jual beli, yang diyakini lebih menguntungkan jika dilakukan di negara tetangga di bandingkan dengan negara Indonesia, misalnya pemberlakuan rupiah dan ringgit dalam bertransaksi.
Pengembangan Ekonomi berbasis kearifan lokal mesti mendapatkan porsi yang lebih dalam penguatan nilai nasionalisme masyarakat di daerah perbatasan, tanpa terkecuali pada masyarakat di Temajuk. Apalagi kegiatan perekonomian ini sarat akan nilai-nilai Islami, yang mungkin suatu saat akan hilang dari generasi mudah akibat terpaan arus globalisasi dan kebijakan-kebijakan perdagangan Internasional. Ekonomi dengan konsep kearifan lokal diharapkan berperan dalam membangun masyarakat, tidak sentralistis agar sumberdaya dan partisipasi ekonomi tidak terakumulasi pada kelompok tertentu, bahkan dalam konteks budaya hal ini menjadi khazanah yang mesti di pertahankankan dan dikembangkan. Jika di hubungkan dengan Islam, salah satu sumber hukum dalam syariat termasuk mu’amalah adalah kebiasaan dan kearifan masyarakat lokal yang baik (‘urf shahih), di samping tentu saja al-Qur’an, sunnah, ijma’, qiyas, istihsan, mashlahah mursalah, dan sebagainya. ‘Urf shahih merupakan kebiasaan (adat) yang dinilai baik, bijaksana, yang merupakan hasil dari serangkaian tindakan sosial yang berulang-ulang dan terus mengalami penguatan, pengakuan akal sehat dan tidak menyimpang dari prinsip-prinsip syariat. Sehingga kearifan lokal (‘urf shahih) walaupun bersifat lokal tapi mengandung nilai-nilai moral universal.
Argementasi di atas ditawarkan kiranya diharapkan dapat menjadi sebuah solusi dalam mempertahankan nilai-nilai Islami melalui praktek-praktek perekonomian masyarakat yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Meskipun demikian, perlu adanya kerjasama masyarakat dan pemerintah. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai yang terkandung melalui budaya lokal kepada genarsi penerus. Internalisasi nilai ekonomi berbasis kearifan lokal dapat membantu lahirnya kesadaran generasi penerus dalam memberikan kontribusi positif bagi pelestarian budaya, masyarakat adat setempat.

Teks lengkap
Show more arrow
 

Metrik

  • Eye Icon 5 views
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 5 views  //  0 kali diunduh