Gugus Kendali Mutu dan Produktivitas
Mei 10, 2023
Musran Munizu

Metrik

  • Eye Icon 6 kali dilihat
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 6 kali dilihat  //  0 downloads
Gugus Kendali Mutu dan Produktivitas Image
Abstrak

Dinamika lingkungan eksternal yang semakin cepat, sejalan dengan semakin kuatnya arus globalisasi dan revolusi industry 4.0, maka istilah QCC (quality control cycle) atau Gugus Kendali Mutu (GKM) semakin popular dan sering dijumpai dalam setiap organisasi. GKM dianggap sebagai salah satu pendekatan dan tools strategis untuk meningkatkan mutu dan produktivitas organisasi dalam bingkai konsep pengendalian mutu terpadu (total quality control). Total Quality Control diprakarsai oleh Dr. J.M. Juran dan Dr. E.W. Deming dan dikembangkan di Jepang oleh Kaoru Ishikawa dengan menerapkan Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu. Salah satu faktor keberhasilan industrialisasi di Jepang adalah penerapan GKM secara efektif dan berkelanjutan. Karena keberhasilan tersebut, maka sejumlah negara baik negara maju, maupun negara sedang berkembang termasuk Indonesia berlomba-lomba menerapkan GKM pada perusahaannya. Saat ini GKM dapat diamati keberadaannya pada semua organisasi (private & public).

Pada praktiknya GKM beranggotakan 5 – 10 orang karyawan dari unit kerja yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah. Tujuan GKM ini adalah untuk mendayagunakan seluruh asset yang dimiliki perusahaan terutama sumber daya manusianya secara lebih baik, agar dapat mengakselerasi tercapainya tujuan perusahaan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Full text
Show more arrow
 

Metrik

  • Eye Icon 6 kali dilihat
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 6 kali dilihat  //  0 downloads