Lintasan Pandangan Mata yang Remang-remang tentang Dilema Indonesia Lumbung Sawit Dunia Versus Peran dan Fungsi Kementerian Perdagangan RI dalam Menanggulangi Tingginya dan Langkanya di Pasaran
Лютий 15, 2023
A. Junaedi Karso

Metrics

  • Eye Icon 2 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 2 views  //  0 downloads
Lintasan Pandangan Mata yang Remang\u002Dremang tentang Dilema Indonesia Lumbung Sawit Dunia Versus Peran dan Fungsi Kementerian Perdagangan RI dalam Menanggulangi Tingginya dan Langkanya di Pasaran Image
Abstract

Ironi Negeri Kaya Sawit, Cari Minyak Goreng Saja Sulit, harganya selangit dalam kondisi ekonomi masyarakat terjepit dan sulit, apakah ini pekerjaan mafia yang ingin mempersulit dengan mencari keutungan semata, padahal Indonesia adalah salah satu negara produsen minyak sawit terbesar, dimana lahan perkebunan kelapa sawit seluas 16,8 juta ha yang sudah ditanami pohon kelapa sawit, lebih luas dibandingkan data resmi pemerintah yang mencapai 16,38 juta ha di dunia Namun, bak ironi, melimpahnya sawit tak serta membuat polemik minyak goreng bisa diatasi semudah membalikan telapak tangan.
Produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia bisa mencapai 100 juta ton CPO pada 2040 , hanya saja bila program peremajaan sawit rakyat bisa berhasil dilakukan. Sementara produksi CPO Indonesia baru mencapai 46,9 juta ton di 2021.
Polemik minyak goreng sejak 2021 Polemik minyak goreng sejatinya sudah terjadi sejak akhir tahun 2021. Harga minyak goreng mulai terasa melonjak tinggi sejak Oktober tahun 2021. Kala itu, para produsen minyak goreng kompak menaikkan harga secara bertahap. Dari awalnya minyak goreng di kisaran Rp 14.000 per liter, terus naik menjadi di atas Rp 20.000 per liter. Bahkan di beberapa daerah, harganya berada di atas Rp 25.000 per liter. Bahkan lebih ironinya untuk membeli minyak goreng harus menunjukan KTP.
Meroketnya harga minyak goreng di Indonesia ini jadi ironi, mengingat pasokan minyak sawit di Indonesia selalu melimpah. Di sisi lain, masyarakat dipaksa membeli minyak masak ini di harga pasar global. Masuk ke awal tahun 2022, pemerintah pun akhirnya memutuskan untuk menggelontorkan duit subsidi Rp 3,6 triliun untuk penyediaan minyak goreng murah seharga Rp 14.000 per liter.
Minyak goreng murah dalam program pemerintah tersebut sangat sulit didapatkan dan memunculkan masalah baru, kelangkaan. Di ritel modern, rak yang berisi minyak goreng lebih sering kosong. Lalu pemerintah menerapkan kebijakan satu harga minyak goreng buat semua kemasan, besarannya Rp 14 ribu/liter pada 19 Januari 2022. Akan tetapi, harga minyak goreng tidak turun juga hingga Mendag menetapkan harga eceran tertinggi minyak goreng curah, sederhana, dan premium per 1 Februari 2022. HET minyak goreng curah Rp 11.500/liter, HET minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, HET minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.
Konon Kelangkaan minyak goreng disebabkan karena ada kenaikan dari sisi permintaan (demand) dan penurunan dari sisi penawaran (supply). Beberapa faktor berikut menjadi penyebab penurunan supply, utamanya produsen mengalami penurunan dalam memasarkan minyak goreng di dalam negeri.
Apakah betul Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Indonesia antara lain: 1). Naiknya Harga Minyak Nabati
2. Pemerintah Mencanangkan Program B30; 2). Penyebab kedua yang terjadi adalah kewajiban pemerintah terkait dengan program B30; 3). Pandemi Covid-19 Belum Usai; dan 4). Proses Distribusi dan Logistik.

Full text
Show more arrow
 
More from this repository
Buku Ajar Supply Chain Management (in Retail Setting)
Buku Ajar Supply Chain Management (in Retail Setting)  Image
Strategi Pembangunan dan Pengembangan Desa Wisata
Strategi Pembangunan dan Pengembangan Desa Wisata Image
Pengantar Ilmu Kebidanan
Pengantar Ilmu Kebidanan Image
🧐  Browse all from this repository

Metrics

  • Eye Icon 2 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 2 views  //  0 downloads